weekend #2


Solois Bahagia

Malam minggu, ajang berkumpul bagi sebagian orang untuk menghabiskan waktu bersama pacar atau teman-teman. Tapi tidak dengan ku, malam minggu kemarin tepatnya 9 Desember 2018, aku pergi sendirian ke kota menuju Jln. Kali Putih ada sedikit urusan. Aku pergi ke sana pada pukul 14.30 WIB dan sampai di Lokasi hampir pada pukul 15.45, padahal waktu yang dibutuhkan untuk sampai ke Lokasi biasanya hanya membutuh 30 menit, lamakan aku sampainya, satu jam aku lalu lalang di jalanan kota, kebingungan cari alamatnya, biasalah aku nih mahasiswa yang kurang jalan-jalan jadi gak tau jalan. Dan jangan percaya sama omongan ku kalau bilang #salamsatuaspal, itu aku bacod doang gak serius kok, wkwkw


Oke lah kawan, kalau kamu sebut aku sist gaptek (gagap teknologi) itu gak bener-bener amatlah ya, soalnya yang buat gue malang-melintang di jalanan itu karena Mapsnya itu membingungkan, secaralah aku pegang Gawai sambil nyetirkan bahaya kalau nyetirnya satu tangan doang, tuh terpaksalah ya aku letakin balik hp nya Jok motor, dengan modal keyakinan aku mengandalkan Instuisi ku, bhakak kayak judul lagunyanya Teh Yura Yunita ya guys, hehehe.


Ternyata Instuisi ku benar, memang loh instuisi solois itu jarang salah, ya maksud ku benar, benar-benar tersesat. Jadi solusi terakhir aku massage Uni kanduang di rumah.


Assalamualaikum.
Lae Quh dimananya alamat nya, dah nyasar nih? Telpon sekarang ya aku gak ada pulsa.
Jadi Uni Kanduang, langsung call me, bicara di Handphone sambil ngasih banyak instruksi, keadaan jalanan macet, ribut, panas, tuh aku jadinya gak bisa nyemak nyimak. Panjang lebar kakak ku kasih instruksi dan beberapa tanda, akhirnya di tanyanya paham dek? Enggak jawab ku.


Langsung dia nge-gas guys, ngomongnya kayak mobil di pepetin motor, brembrem, telinga ku panas gendang telinga ku berdenging gini bunyinya Nging...Nging...Nging, ‘ku Nging marah melampiaskan tapi ku hanyalah sendiri disini’, Ups  liriknya BCL tuh, ku jauhkan saja handphonenya dari telinga ku, maklum ya guys sebenernya kakak kanduang bukannya marah, memang seperti itu gaya ngomongnya rada-rada Nge-gas, soalnya kita besar di lingkungan yang notabenenya batak, jadi keikut gitu logat-logat bahasanya, hehehe. Baru ku minta tolong jelaskan lagi pelan-pelan, biar aku paham. Balik jadi aku yang Nge-gas ngomongnya “ko pelan-pelanlah ngomongnya gak ngedit aku loh yang ko bilang kak” kira-kira seperti itu lah ya kawan-kawan.


Di jelaskannya ulang, dengan lambat dan aku paham. Akhirnya sampailah aku ke alamat yang dituju, sekarang ganti topik pertanyaan, perdebatan sengit terjadi guys tentang  rumahnya yang mana satu.


Sedari tadi handphone belum mati, langsung ku tanya “kak rumahnya yang mana?” di jawabnya “rumahnya gedong, barisan kedua, pagarnya tinggi warna hitam” pas pulak rumah yang ku tengok itu hampir sama ciri-cirinya, tapi yang buat aku tidak yakin itu, warna pagar nya Abu-abu bukannya hitam. Pergolakan di hati ku semangkin kuat, ku coba memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, ya entahnya sudah ganti warna cat nya, kemarin hitam sekarang abu-abu bisa aja yakan, sambil menyakini, tapi gak mungkin juga terpikir oleh ku, masa di rumahnya banyak motor-motor kayak rumah kos-kosan, dari pada sesat di jalan ku beranikan lagi nanya kakak kanduang ” mana pulak pagarnya warna Hitam ini warna abu-abunya” ku katakan, langsung di jawabnya “ mu tengok lah, yang punya rumah udah di depan rumah!” jawabnya. Singkat cerita aku liat dari kejauhan kakak pakai jilbab pink panjang nongol di pinggiran jalan gak jauh dari tempat pemberhentian ku, hanya beda dua rumah dari sini. Langsung ku tancap Gas, akhirnya sampai deh ke Alamat yang di tuju.


Sampai di alamat yang di tuju, aku nyengir-nyengir, sedikit malu dan segan karena telat banget. tapi yang punya rumah maklum aja gitu. Disana aku menghabiskan waktu yang cukup lama, dan akhirnya pulanglah aku kerumah pada pukul 21.35 WIB.


Saat perjalanan kembali pulang, keadaan jalanan yang kurang penerangan membuat aku malah kebingungan, belok sana, belok sini, belok kanan perumahan lain, belok kiri jalan buntu, aku dah nyasar sana-sini, sambil mengucapkan “Bismillah” aku ngikuti instuisi ku lagi, sambil lihat kemana banyak orang keluar dari perumahan ini, berarti itu jalan keluarnya.


Sekian lama waktu mencari jalan keluar, dan sekian banyak menghabiskan satu titik minyak di motor ku, kini monitor minyak di motor ku ketap-ketip, aku jadi khawatir, dan akhirnya aku keluar dari kesesatan Jln. Kali Putih, tembuslah aku ke Jln. Pattimura, untung saja jalan ini tidak asing bagi ku. Walaupun sebenarnya aku beloknya semangkinjauh jalannya, tapi gak apalah yang penting aku keluar dari sana.


Di tengah perjalanan di dekat Halte Busway, aku melihat sepasang SeJOLiTa(Sepasang Jomblo yang saLing Jatuh cinTA)  jatuh dari motornya, si cewek nyerundukin kepalanya mulu sambil megangin sikutnya yang ngilu, eh si cowok jongkok ngeliatin ceweknya sambil bilang “kamu gak apa-apa kan beib?”   waduh kalau aku yang jadi ceweknya udah aku tampol itu Cowok, udah tau awak kesakitan ditanyanya lagi kan kamvret itu “kamu gak apa-apakan beib?!” eek kau itulah bang. Mbok yo ndang di bawa Puskesmas kek, apalah kek, dasar laki-laki reke lepit, gak mau ngeluarin uang atau cemanalah aku pun gak tau. Kalau lagi kumat gombal mu, kau bilang ‘aku rela mengambil bulan biru untuk mu tapi jangan tinggalin aku’,’ aku rela menggendong mu disisiku, ku bawa kau pergi ke yunani beib’ Eek kau lah bang. jujur aku liat yang kaya gituan Miris banget.


Jadi,  karena momentum kayak gitu, orang-orang jalannya pada lambat, sambil nyelinguk kesamping melihat SeJOLiTa tadi. Tapi tetap saja jalanan padat banget, yang naik motor nyelip-nyelip, yang naik mobil mencetin klakson, keadaan sesak banget deh, tapi ada satu yang lebih menyesakkan, aku melihat seorang akhi di lingkar perutnya dengan kedua tangan ukhti, wangi-wangi pengantin baru.


Haha.. itu yang menyesakkan solois seperti aku ini, tapi tenang aja nanti ada waktunya itu akan tiba. Ku rasa mereka On The Way ke  Living World beli perkakas rumah baru, seru ya. Awas kalian baper!!!


Ku jalani lurus, My Solois Journey sampailah aku di simpang tiga Arhanudse Arengka, jalanan mulai longgar dan pengendara yang lalu lalang tidak terlalu banyak, hanya sesekali yang lewat.


Ku buka kaca helm ku, ku lihat kanan kiri, belakang ku dari kaca spion ku, tidak ada pengendara lain, mulai aku buka suara dengan keras dan lantang aku bernyanyi “Rasa sesal di dalam hati hilang tak mau pergi, haruskah aku lari dari kenyataan ini, pernah ku mencoba tuk sembunyi...” swing suara ku hilang di bawa angin, ada orang bawa motor balap. Ku berhenti bernyanyi ‘wikwikwik seru juga nih, lanjut lagi’ nyanyi lagi aku sambil cekikikan sendiri, ngakak sendiri, seru juga nih, by the way tadi itu lagunya Uncle Iwan Fals ya Guys judulnya ‘terlupakan’.


Dan yang aku inginkan, dalam waktu lain aku bisa melakukan hal  ini bersama dengan sahabatku, walaupun sampai sekarang sahabatku ntah dimana, wkwkw... jadi metime dulu saja kali ya. Sahabatku masih sibuk dengan laporannya di Hutan, ada yang sibuk ngurusin ladang, ada yang sibuk pendidikan. Semoga sukses kawan-kawan ku. I waiting you on the Top, if you not seeing me, please looking for me, okay.


Ternyata bahagia itu sederhana ya Guys, kita yang buat sendiri kita juga yang nikmati sendiri, jadi Stop ya buat kamu yang statusnya #JOMBLO agak di perhalus statusnya pakai #SOLOIS aja, biar berhenti menangis keadaan dan status dan mengeluhkan kedatangan malam minggu, dari pada Update status yang memperjelas Status Jomblo mu itu mendingan malam minggu ikut pengajian, dengerin murattal, baca buku dll, pokoknya isilah dengan hal-hal yang bermanfaat dan pastinya buat kamu senang, sekian kawanku.




Komentar

Postingan Populer