WELCOME 2020

Mari kita lanjutkan semua resolusi yang sudah tercapai di tahun sebelumnya menjadi lebih baik lagi dan kita mulai lagi resolusi tahun lalu yang belum tercapai dan menambah resolusi baru lagi. Bukan suatu masalah jika resolusi dari tahun ke tahun belum tercapai karena ada satu hal yang tidak bisa digenggam manusia yaitu ketidakpastian, masa depan itu abu-abu dan kita tahu itu. Setidaknya kita bisa sedikit beri warna untuk saat ini biar tidak menonton menjalani kehidupan yang remang-remang ini, dan untuk kamu dan aku juga stop blaming our self (uwuwu kadang masih suka gitu sih). 
Aku akan cerita apa garis besar yang terjadi di hidupku, aku akan mulai dari kehidupan kuliahku yang begitu, begitu biasa sekali. Sama seperti kebanyakan mahasiswa lainnya. Aku tak ada mengikuti atau mengukir prestasi yang Waw karena selama ini aku begitu merasa cukup dengan kegiatan kampusku, walaupun kadang aku sadar aku perlu relasi yang lebih luas lagi, segala cara telah aku coba untuk itu, seperti berusaha mengikuti perlombaan cipta puisi atau cerita pendek. Aku biasanya di tahap awal begitu semngat untuk mengikuti kegiatan tersebut, namun setelah kedua kalinya melihat begitu saja tidak tertarik, aku terlalu menyerah dengan karya-karya yang sudah dan bakal aku buat. Aku tidak tahu kenapa bisa begitu, kian pun aku sadar itu kesalahan besar dan berkali-kali aku mengakui hal tersebut (cuma memang seperti itu, walau kadang beberapa orang memuji untuk itu. Tapi aku rasa itu macam toxic yang nantinya cuma buat aku segera berpuas diri).
Dan beberapa bulan lalu, aku bersyukur dan berterimakasih kepada sebuah organisasi tidak pemerintahan yang bergerak pada isu keberagaman, aku mengikuti kegiatan tersebut tepatnya bulan Mei, bulan kelahiranku di usia genap 20. Cukup puas dengan kegiatan itu setidaknya sebagai pengganti hadiah ulang tahunku (haha). Tak banyak yang tahu aku lahir di bulan itu karena bagiku di rayakan atau tidak hari esoknya tetap saja sama, sama biasanya. Tapi satu yang berbeda teman-teman agak sedikit lebih ramah karena menagih traktiran, tapi itu tidak masalah jika ada berlebih rezeki kenapa tidak berbagi.
Kemudian aku juga melaunching produk makanan cepat saji berbahan tempe dan pastinya keunggulan praktisnya yang aku utamakan. Ku namai produkku itu dengan @OREQINSIST berbahan dasar tempe disambal kering dan rasa pedasnya nampol. Beberapa temanku cukup antusias dengan kehadiran @OREQINSIST ku ini dan kerap memesannya setiap aku buat. Teman-teman ku ini layak sekali aku sebut pelanggan, pelanggan tetap (Haha karena tiap minggu selalu bertanya soal OREQINSIST) hanya saja keterbatasan waktu dan kesibukanku yang lain aku tak selalu bisa sedia sambal tempe ini. Karena jumlah produksi yang terbatas biasanya aku hanya akan memposting semacam instastory untuk informasi pemesanan dan orang-orang bisa memesannya di sana, harga yang aku patokan untuk @OREQINSIST ini hanya 10 ribu saja, ramah sekali untuk kantung mahasiswa. Oh ya kadang aku juga selalu membawa gorengan ke kampus, yang nantinya kujajakan di kelas-kelas. Setiap kelas akan ku susuri setiap lorong akan aku jalani, kusapa setiap kepala-kepala yang tegak di pelantaran kelas, walau kadang agak memaksa, memaksa untuk terlihat akrab, huhu.

Komentar

Postingan Populer