Sebidang Tanah untuk Perasaan
Ehh,
bahkan Anjing nampaknya lebih baik daripada
lelaki seperti dia, semua orang juga tahu bahwa hewan yang satu ini lebih perasaan daripada lelaki yang akan ku ceritakan. Aku pun tak mau terlalu berlarut-larut
dalam kesal ini, karna ku pikir nanti makin sulit pula aku hilangkan rasa kesal
tentu tak mau ku pelihara lagi. Langsung saja ke intinya, apa yang ingin dia
lakukan untukku: “Katakan Maaf”.
Pasca kejadian terakhir itu, entah keberanian macam apa yang sudah aku eram sealam berbulan-bulan lebih, dengan melibatkan sedikit kebodohan yang sama sekali tak membawa untung malah buntung itu, aku masih mencoba mencari cara bagaimana nanti akhirnya semua berakhir seperti yang di harapkan, bagai pendodos di ladang-ladang, ya lelah jangan sampai ketiban buah. Aku pun tak pulalah tanggunh seperti yang digambarkan orang-orang, tapi sialannya kok bisa semuanya makin berantakan hanya karna waktu yang tek pernah memberi luang . aku kira itu memeng satu kesalahan, yang kesalahanmu, yang kesalahanku
Coba jika ada kesempatan, ntah terbaca olehmu beberapa tulisan yang memalukan ini, aku sampaikan padamu bahwa “memang zaman sekarang tak akan ada orang yang sudi menerima hadiah murahan, apalagi hanya seutas benang-benang, beberapa potong bulu ayam yang ditempel bersama lem-lem”

Komentar
Posting Komentar