#Introwithoutandroid
Ini sudah masuk hari ke empat aku enggak pegang gawai, karena gawai
aku rusak. Rusaknya parah gaes, udah stuck di merk jadi kalau di perbaiki tetap
gak akan bertahan lama tu. Kemarin sempat aku konsultasi dulu ke tempat service
handphone, abang servicenya bilang ke aku kalau emang butuh banget sama gawainya
masih bisa diusahakan hidup lagi tapi kadang-kadang notice bakalan terus muncul
dilayar kalau lagi buka aplikasi, terus aku tanya penyebab gawainya begini
gimana bang, abang service nya jelasin biasanya kalau terus noticenya muncul
itu karena sistem androidnya sudah usang atau juga bisa karena penyimpan
internalnya selalu kepenuhan makanya sistemnya jadi lambat. Jadi kesimpulan
kalau penyimpanan internalnya yang kepenuhan masih bisa di repair dengan mengembalikan
ke mode pabrik dengan resiko semua file yang ada di gawai bakalan hilang, kalau
sistem androidnya yang bermasalah itu
sudah takdir karena yang kena itu IC nya kalau di repair masih bisa, dengan
resiko suatu waktu gawai bakalan balik lagi rusak. Aku sudah mikir pasti
biayanya mahal, terus aku tanya berapa harga repairnya, abang servicenya kasih
harga 50 ribu sampai 80 ribu kalau yang rusak penyimpanan internal, kalau yang
rusak sistem adroidnya bisa sampai 400 ribu. What the hell, gila mahalkan gaes
mendingan 400 ribu aku simpan buat tambahan beli handphone baru.
Masalahnya sekarang aku masih kekurangan uang buat beli gawai baru
yang spek nya lumayan lah juga harganya yang ramah di kantong mahasiswa
pengacara (pengangguran banyak acara) kayak aku gini, yang aku cari penyimpanan
internalnya besar, biar gak kajadian kayak gawai aku yang tiga hari lalu baru
wafat, udah gitu gak cepat panas soalnya gawai aku yang kemarin ini gampang
banget panas gaes sampai bisa buat nyetrika jilbab ya kali HAHA, gitu aja sih
aku enggak muluk-muluk lah minta spek yang gimana-gimana.
Jadi, untuk kilas balik cerita aku dapat android itu gimana aku
bakalan cerita disini hanya untuk sekedar mengenang alm. Zenpone Ceh yang aku
sayangi dan telah menemani hari-hariku hiks...hiks sedih akutuh.
Begini waktu aku kelas dua SMA. Aku dan teman-teman sekelas pergi
study tour ke Kisaran buat kunjungan ke Pabrik Inalum yang melegend itu, jadi
waktu kami masih kelas dua SMA yang punya android itu masih bisa dihitunglah,
mungkin masih satu, dua, tiga orang selebihnya pakai tablet yang gede macem
telenan bawang, wkwk tapi itu udah keren.
Jadi aku rakyat jelata ini, masih bodo amat gak punya gadget karena
merasa enggak perlu, jadi untungnya temen dekat aku bawa android merk nya
blekbery, itu udah kece badai gaes buat photo-photo untuk study tour nanti.
sampailah kami di asahan kami mampir di Mesjid Agung disana, sampainya disana
banyak banget spot buat photo-photo. Sampailah disatu masa aku dilupakan sama
temen-temen aku karena mereka sibuk photo sendiri-sendiri pakai android
masing-masing, lah aku gak punya android ya aku ontok (diam) lah di tempat
liatin mereka berswa ria. Kalau aku di ajak kuy aku ikutan photo kalau enggak, dipanggil minta tolong buat motoin mereka-mereka. Hiks...hiks kok malang nian
dikau dik. Abis tuh mereka kalau udah di bus pada Upload photo, ada yang
chatingan, ada yang telponan, kalau aku diem-diem bae wkwkwk.
HAHA, sad story. Selesailah cerita singkat aku study tour ke
Kisaran. Sampai di rumah aku ceritain
semuanya sama emak tercinta, sampai di suatu pembahasan aku cerita aku pinjam
android temen aku buat foto, unchu. Tiba-tiba emak ku terhenti dari
kegiatannya, lalu menepuk dengkul ku dengan telapak tangan penuh kasih
sayang berkata “sabar yo nduk”, “oh ok-ok, tapi jangan lama-lama ya mak” ku
jawab, HAHA bodo aku.
Nah, hari selanjutnya aku baru pulang sekolah, aku melihat emak
duduk selonjoran habis potongin bawang, di tangan sebelah kanan nya lagi megangin
kotak, emak bilang “Nah untuk mu”. Widiiih senangnya aku, hengpon baru gaeees,
thankyou mak umuach, dengan senang hati aku menerima handphone baru itulah awal
mula aku pegang android Zenpon Ceh, itu surprise nya tanggal 12 April 2016.
Dua hari selanjut aku mulai bawa hendphone ke sekolah, disitu temen
ku resek kali, kalau liat yang baru nih, “cie..cie weh-weh si Tika Handphone
Baru tuh”,”yok lah tik foto-foto kita” atau gak biasanya begini “ tik, panas
kali ini hp mu nampak kali masih baru” eek kau lah. Pas banget momentnya punya
Handphone pas lagi sibuk-sibuknya Les sore, jadi kalau suntuk wi-fi an, kalau
ada soal yang susah buka browser. Bermanfaatlah.
Gitu
guys mula cerita aku punya android, disana juga ada video pertama yang aku take
wawancarai emak lagi ngasih makan ayam, disanalah aku dapat dukungan sama emak
masuk kuliah jurusan Ilmu Komunikasi. Kira-kira sepert itulah. Nah, terhitung
dari dari tahun 2016 sampai sekarang (2019) tidak terasa Zenpon Ceh nya sudah
empat tahun bersama saya, pantas saja kalau dia wafat, secaralah sistem
Androidnya sudah tua dan terakhir kemarin sebelum Zenpon Ceh nya mati total dua
hari kebelakang handphone nya kebanting kuat pas aku lagi bawa motor, layarnya
pecah tapi tidak sampai kena LCD nya, dan masih nyaman digunakan. Sampai 11
Januari 2019 Zenpon Ceh benar-benar tak terselamatkan. Innalillahi semoga
segara dapat penggantinya. Aamiin

Komentar
Posting Komentar