#withoutandroid eps.3
#withoutAndroid
#4day,
16 Januari 19
#Challengeself
#tellingstory
Hy balik lagi sama aku dengan tidak
menggunakan android, aku selesai mengantarkan adik ku ke sekolahnya, seperti
rutinitas per dua hari, kami menggunakan motornya bergantian. Kalau hari ini
dan besok motor aku yang pakai, keesokan nya giliran adik ku yang pakai motor.
Rencana sih aku mau bayar UKT karena ini sudah tanggal 16 januari, biar enggak mengantri panjang gitu soalnya aku bayarnya gak melalui ATM tapi melalui
Teller bank.
Ok aku mau menjelaskan singkat buku
Gerimis yang tadi malam belum selesai, jadi Dania harus mengisi rubrik Dia, jadi
rubrik ini biasanya berisi tentang tokoh-tokoh, mungkin kalau di majalah
Gagasan lebih ke Profil kali ya, ok kembali ke pembahasan. Nah, tokoh yang mau
di wawancara oleh Dania ini adalah Aktor kawakan yang hit di tahun 2000-an, ia
adalah Anjasmara pelakon di serial tv piring terbang itu, yang akrab dengan
bahasa nyelehnya “preketek, tek, tek, preketek” HAHA, tapi jangan salah gan
film itu pada masanya tinggi loh ratingnya, aku sendiri juga sering kok nonton
cecep dan Alien preketek itu.
Gan balik ke pembahasan, jadi tugas Dania itu meliput Anjasmara
memerankan tokoh proklamator Indonesia, yaitu bung karno. Jadi pertanyaan
sampai Dania menanyakan “Dari mana
Anjasmara mempelajari tokoh bung karno, apakah juga mewanwancarai keluarga bung
karno?” kemudian Anjasmara menjawab” ya saya mempelajarinya dari mama saya”. Ya
tak ayal Dania tidak paham dengan jawaban yang dilontarkan oleh Anjasmara
karena Dania tidak tau bahwa Rachmawati Soekarno Putri adalah mama tiri dari
Anjasamara. Jadi waktu wawancara sempat ada ngotot-ngototan antara Dania dan
Anjasmara, yang bertanya “ emang sudah berapa lama kamu jadi wartawan?” itu
kalau aku diposisi Dania sudah mati kutu. Tapi aku maklum kok namanya juga
wartawan magang.
Bukan karena Dania tidak pernah nonton infotainment, karena
informasi gak Cuma bisa di jangkau dari tayangan infotainmen seperti yang dania
jelaskan bahwa dia gak suka nonton infotaiment. Gimana pun kalau profesi kita
wartawan biar aman mendingan cari tau dulu deh banyak-banyak informasi, memang
sih kita mau menyajikan informasi tapi biar gak dibodoh-bodohi sama informasi
dari narasumber. Itu yang sering dibagi dari pengalaman kakak senior di
Gagasan.
Di buku Gerimis ini, kan bukan hanya mencerita tentang profesi
Dania sebagai wartawan yang akrab dengan proyeksi dan Deadline, tapi masalah
cintanya nya juga jadi pembahasan gan. Masalah cinta, dibuku ini posisi Dania
untuk kehidupan nyata bagi aku so very terribel, because in her live so much
men. Kenapa begitu karena sebelum Dania berkecimpung di Dunia Jurnalistik
waktu kuliah Dania sudah menjalin cinta dengan Dhika yang genap sudah berjalan
4 tahun, di dalam buku Gerimis ini tokoh Dhika di gambarkan sebagai cowok
berbakat yang jago melukis dan anak yang cukup kece untuk ukuran anak kuliahan.
Dhika ini digambarkan orang yang cukup artistik tapi keras kepala karena
sungkan menerima masukan, makanya dia dan Karyanya seperti tidak ada kemajuan.
Seperti yang di utara Dania sampai mereka berdua bertengkar dan mengakhiri
hubungan yang 4 tahun dibina bersama.
Sebelum mengakhiri hubungan tercetus, Dania memang sudah mulai
bosan menjalin hubungan dengan Dhika, karena biasanya Wanita yang sudah
menginjak usia 20 tahun selalu menginginkan
kepastian, sedangkan jika kita melihat penampakan dhika ini adalah
lelaki yang masih ngluntang-ngalantung hidupnya, penghasil tidak pasti, dan
pekerjaan nya tidak tetap, tapi Dania merasa iba kalau harus mengatakan
kebenarannya, makanya Dania masih mencoba mempertahankan perasaan nya itu
walaupun kalau aku lihat betapa nyesaknya masalah cinta yang kadang-kadang
ditambah masalah pekerjaan. Dania you are Stronger, pround of you.
Dan belum lagi masalah antara Dania dan Dhika selesai, jauh kedepan
Dania juga di hadapkan masalah cinta dan terkesima. Memang secara ilmiah dari
platform yang pernah aku baca di media sosial dalam hitungan 7 detik pandangan
pertama itu berpengaruh besar untuk kita merasakan jatuh cinta. Nah, tak luput
pula pandangan itu berlaku juga untuk Dania seorang wartawan perawakan kecil
dan manis, jatuh cinta kepada Satya. Seorang Murtadan alias alumni dari ITB kejuruan
Planologi yang akan melanjutkan pendidikan doktornya nya di Kanada.
Sebelum Dania berjumpa dengan Satya, Dania memang sudah sering
membaca tulisan ilmiah dari Satya yang sering mengisi kolom-kolom koran, dan
awalnya Dania memang sudah jatuh cinta pada tulisannya satya walaupun belum
pernah berjumpa rupa. Akhirnya Dania dan Satya bertemu di sebuah Workshop dimana
Satya lah pengisi acara. Lelaki seperti Satya inilah yang benar-benar di
impikan oleh Dania, dengan perawakan tinggi, kulitnya cerah dan mata kecoklatan
serta berkarir hitungan tingkat kemapanan yang mumpuni.
Dari workshop tersebut Satya dan Dania semangkin akrab, ketika
Dania meminta tumpangan bersama Satya menuju Jakarta. Di perjalanan Dania
merasakan kenyaman yang tidak pernah ia dapatkan dari Dhika. Diawal pertemuan
Dania memang mencerita semua hubungan nya dengan Dhika sebagai kekasihnya. Dan
Satya menerima keadaan itu, waktu berjalan Satya dan Dania makin mesra, Dania
main serong( selingkuh). Di dalam buku Dania mengatakan bahwa “Bagaimanapun
bukan berarti tindakanku berselingkuh bisa dibenarkan” tapi aku punya pendapat dimana jika suatu hubungan yang masing tertulis atas ikatan beberapa
kata (pacaran) sah-sah ajalah untuk selingkuh, toh dasar hukumnya kan tidak
ada, lembaga pengaduan juga tidak tersedia, mau mengajukan Hak milik tidak ada
buktinya. Nah suai, bukan?. Tapi disini sebagai manusia hedonis kita main aman
ajalah ya, silahkan selingkuh diam-diam untuk tidak menyakiti pasangan mu, tapi
jangan sampai ketauan nanti berabe.
Hubungan yang berjalan antara Satya dan Dania itu kini semakin
serius saja, hingga disuatu ketika Satya ingin menghabiskan satu hari bersama
hanya berdua saja. Jujur sebenarnya aku gak terlalu ngerti dibagian ini, tapi
aku coba untuk memahaminya. Jadi gini gan si Satya ngajak “Main” tapi si Dania
jawab untuk membuat cinta kita harus “Main?”, lalu si Satya jawab” bukan “Main” bukan seperti itu, aku sayang kamu”. Nah kesimpulan yang aku tangkap
adalah ini Alibi nya si Satya ini bukan cinta, tapi ini nafsu morgana.
Dan yang aku sesalkan, di percakapan selanjutan nya Dania ngomong “
Kalau ingin bermain pisau, pastikan saja
kau punya betadine-nya, dan aku sudah siap” Fu*king crazy, Dania you
was dare a wolfmen, do you realized it? Itulah yang ada diotakku selama
berulang-ulang memahami kalimatnya Dania, ya janji sudah de facto tinggal
nunggu di eksekusi. Dania sempat bimbang juga dan sempat berpikir untuk menarik
ucapannya tadi, tapi dia mempertimbangakan harga diri, ok dan akhirnya gak
jadi, Dania Pround Of you.
Nah tibalah waktunya, bagaikan malam bulan purnama manusia serigala
siap menerkam mangsanya. Tapi aku cukup terkejut waktu baca bagian selanjutnya
di satu keadaan ketika Satya mencoba memulai “permainan” nya, memang benar
Dania menginginkan hal ini, tapi dia tidak merasakan apa-apa. Dan akhirnya Satya mengurungkan semua niatnya, jadi
kesimpulan nya sesuai sama buku yang pernah aku baca, kadang-kadang laki-laki
itu rasionalitas.
Tak sampai disitu, Satya mengetahui apa yang sedang terjadi antara
Dania dan Dhika, tentulah ini merupakan kesempatan Satya untuk Dania
memutuskan, karena Satya ingin ke jenjang yang lebih serius. Tapi sayang Dania
mengira ini terlalu cepat untuk hubungan mereka yang baru kemarin malam saling
mengenal. Dan karena seperti itu keputusan Dania maka Satya memutuskan Hubungan
nya dengan Dania. Sejurus dengan keputusan Satya, benar-benar mengganggu Dania
hingga ia kehilangan konsentrasi, semua pekerjaan nya berantakan, tidak pernah
mengisi Proyeksi. Sayang sekali begitu dalamnya patah hati.
Tapi kisah ini belum berakhir masih
ada satu, antara cinta dan teman mungkin lebih tepatnya sahabat. Jauh sebelum
Dania mengenal Satya, Dania sudah menjalin hubungan Maya dengan Damar yang di
kenalnya melalui e-mail.
Gan, inilah hubungan yang menurutku
HM sangat menyentuh hatiku WKWK. Aku sengaja buat bahas hubungan Dania dan
Damar itu terakhir karena aku suka dengan cerita awal mereka saling mengenal
hingga semuanya berakhir. Damar lah orang yang paling tau semua yang terjadi
sama Dania dari masalahnya dengan pekerjaan nya, masalahnya dengan Dhika,
sampai yang Dania lakukan sama Satya. Bagi Dania sosok Damar ini selalu
memberikan Solusi yang dirangkai nya dengan susunan puisi-puisi indah.
Tentulah hubungan Dania tak selalu
mulus bagai Aspal yang baru di tambal, Dania pernah mengira Damar cemburu,
karena Damar tidak membalas e-mail nya, sejak Dania memberi tahu perihal yang
Dania lakukan bersama Satya, dengan berani Dania menanyakan hal tersebut kepada
Damar, tapi Damar menurutku tipe orang yang Open Minded, love it lah
juga So sweet. Dengan ringan Damar menjawab seharus nya mereka berdua
yang cemburu dengan nya, karena Damar tau semua hal yang terjadi pada mereka. So
bener juga yang dibilang Damar. Semoga punya teman kayak Damar.
Akukan diawal tadi sudah bagi tau
sama Agan semua, kalau aku suka banget sama cerita awal mereka saling kenal,
jadi buat kilas cerita aku jelasin ya, begini. Damar orang yang pertama kali
mengirim e-mail ke Dania yang ia ketahui dari milis pecinta teh(bukan pecinta
wanita)WKWK. Disini Damar pernah menanyai Dania tentang Bau apa yang disukai
Dania, lalu Dania menjawab kalau dia suka dengan Bau Hujan. Oh gosh This is
really touching my heart, because me too, i like rain smell. Aku serius
suka banget yang namanya bau hujan, atau udara abis hujan pokoknya special gitu
di hidungku, dan lagi ternyata aroma atau bau hujan secara ilmiah yang pernah aku baca dari media
sosial katanya memang benar bau hujan
itu dapat meningkatkan relaksasi pada diri. Sangkin senangnya aku semua hal
yang berkaitan dengan hujan, hampir semua cerita Cerpen ku yang ada di blog itu
pasti ada Hujan nya, ya selain karena kau suka hujan, juga karena memang
Indonesia inikan tropis, ya kalau gak panas ya paling Hujan HAHA, sesuai bukan?.
Lanjut gan, waktu bergulir Damar
yang tinggal di Amsterdam balik ke Indonesia, setelah dua hari sampai ke
Indonesia Damar baru bisa memeberi kabar sama Dania, oh tentu mereka segera
membuat janji untuk berjumpa karena selama ini mereka hanya dapat berkomunikasi
melalui media sosial dan tak pernah saling menunjukan Foto masing-masing inilah
yang ditunggu-tunggu Dania. Segeralah Dania menuju ke alamatnya Damar.
Sampai di rumahnya Damar, Dania cukup terkejut karena kedatangannya
tidak disambut oleh Damar, tanpa berlama-lama ibunya Damar menunjukan kamarnya
Damar yang berada di ruang tengah yang langsung berhadapan dengan halaman yang
luas. Masuklah Dania ke kamar nya Damar, di kamarnya Damar tersedia bunga
melati yang sengaja di sediakan yang tak lain adalah bunga kesukaan Dania.
Dania langsung melihat Damar yang terbaring di atas kasur.
Awalnya Dania mengira kalau Damar sakit biasa, ternyata saat itu
Damar menyuruh Dania untuk menarik selimut yang menutupi tubuhnya. Mungkin
kalau di dunia nyata ekspresi yang digambarkan Dania adalah terkejut dengan
mulut yang setengah terbuka, menarik napas cepat, refleks menutup mulutnya
dengan jari-jarinya yang biasa bergerak menekan keyboard komputer kini
mengatup mulutnya yang terbuka tadi, dan langsung air mata Dania mengalir deras
karena sama sekali tidak membayangkan hal ini, dan juga Dania menangis karena
ia merasa malu, selalu mengeluh segala hal yang terjadi kepadanya.
Namun hal yang berbeda justru dirasakan oleh Damar, karena semua
masalahnya Dania lah ia menjadi merasa bahwa dirinya begitu berarti yang disatu
sisi Dania membutuhkan Damar untuk mambantunya memecahkan masalahnya Dania
dengan memberikan solusi. Damar cacat karena insiden kecelakaan yang baru 6
bulan lalu terjadi pada dirinya yang menyebabkan dirinya harus merasakan cacat
dari bahu sampai kaki(tunadaksa). Seperti itu ternyata gan, nilai kehidupan
yang aku dapat dari buku Gerimis ini adalah:
1.
apapun
pekerjaan selagi kita merasa nyaman jalani
2.
jangan
terlalu lama memutuskan segala suatu hal, sebelum hal itu yang memutuskan
3.
Mengeluh boleh kalau hanya sekedar melepaskan
beban, tapi jangan sering-sering nanti orang yang dengar bosan, dicerita
Gerimis ini bolehlah Dania orang yang beruntung selalu ada yang setia mendengarkan ceritanya. Mungkin gan
kalau di Dunia nyata gak selama nya begitu. Toh yang hidup bukan Cuma kita aja
dan pastinya orang lain juga punya masalah, termasuk orang yang lagi denger
cerita loh.
Lalu,
ada sedikit kata penutup nih dari aku yang juga kadang suka ngeluh-ngeluh peluh
terkadang kita lupa dengan segala kenikmatan yang ada pada hidup kita. kita
terlalu sering mengeluh, pada hal ada orang yang keadaan nya lebih parah dari
kita tapi selalu mensyukuri. Kita boleh liat ke atas, sebagai motivasi. Tapi,
jangan lupa buat liat ke bawah untuk rasa mensyukuri,
sekian hari bye.

Komentar
Posting Komentar