Jangan Berhubungan dengan Orang yang Belum Usai Masa Lalunya
Aku masih belum selesai dengan masa laluku.
Aku begitu menaruh rasa hormat tak terhingga padamu Orang Baru, yang tampak mencoba untuk berbuat baik dan tampak serius. Aku angkat topi padamu, tampaknya kau orang yang baik dan juga layak dapat yang terbaik.
Aku sudah perhitungkan, tampaknya kau bukan orang yang suka bermain-main, aku lihat dari caramu mencoba untuk mendekatkan diri. Orang Baru anak yang sangat sopan.
Aku sampaikan padamu orang baik, aku masih belum siap dengan masa laluku, orang baik sepertimu tidak boleh dekat dengan orang-orang yang seperti aku, orang yang bertanya-tanya tentang kemalangan kisahnya. Orang-orang yang masih berseteruh apakah 4 mesti berasal dari 2+2. Konyol bukan?!
Kalau potongan kisah ini terbaca olehmu, mungkin kau akan wegah atau justru semakin membuatmu tak berhenti menjadi orang baru yang baik dan sopan. Aku tak mau lebih banyak memberi pengasihanan, pertama mengasihani diriku yang tak usai-usai, kedua, mengasihani sikap baik yang kau beri padaku.
Mungkin bisa saja, aku terlalu dini menafsirkan sikap baik dari Orang Baik seperti engkau, padahal bia saja niatnya Orang Baik sepertimu hanya sedang ingin beramah tamah sekadar. Sebab, orang-orang seperti aku ini kian mudah terbawa perasaan.
Aku tidak mau Orang Baik seperti engkau hanya menjadi pondok saat rumah belum terbangun, kau pahamkan artinya?! maksudku, aku tidak mau dirimu yang tampaknya baik hanya sekadar jadi pelarianku. Saat aku lihat tidak hujan, tidak lagi panas, malah aku meninggalkan mu, jauh. Meninggalkanmu meninggalkan piring kotor, segaban pekerjaan rumah, mengutip tiap jejak kaki kuhapus tak tersisa.

Komentar
Posting Komentar