Kampung Bandar Senapelan
Kampung Bandar Senapelan.
Jauh dari keramaian serta rutinitas kota Pekanbaru, kita ditarik kembali ke sudut Ibukota yang tersisip diantara kebisingan kota.
Kampung Senapelan, merupakan kampung yang sudah lama berdiri sebelum terbentuknya kota Pekanbaru. Pada tahun 2012-2013 disematkan sebagai "Kampung Wisata Senapelan," Karena ia kampung yang masih mengimplementasikan adat istiadat walaupun kini mulai sedikit tergerus arus globalisasi.
Saat pertama kali memasuki kawasan Kampung Melayu kita akan melihat beberapa rumah yang masih menggunakan ciri khas budaya Melayu. Sebagai tempat destinasi cagar budaya yang ada di pekanbaru, kurang tereksposnya Kampung bandar senapelan ini, sehingga keberadaan masih kurang diketahui terutama untuk para pelancong dari luar daerah Pekanbaru . Karena selama ini orang mengenal Pekanbaru sebagai kota Bisnis.
Setelah menghabiskan waktu berjalan menyusuri setiap sudut Kampung Melayu ini, beberapa objek wisata Melayu ini cukup berkesan, namun ada hal yang mengganggu visualitas pengunjung ketika melihat objek wisata di sini, yaitu tata ruang yang masih berantakan, serta padatnya titik pemukiman warga. Juga beberapa fasilitas umum yang tidak memadai layaknya tempat destinasi cagar budaya. Misalnya Parkiran, Toilet Umum, juga tempat sampah yang harusnya tersedia supaya dapat Meminimalisir pembuangan sampah sembarangan di tempat objek wisata.
Seharusnya peran Pemerintah Daerah, Lembaga Masyarakat dan warga sekitar dapat berkolaborasi sehingga terdapat pembangunan yang intensif yang nantinya akan berdampak positif bagi masing-masing elemen masyarakat. Terbangunnya ekonomi warga sekitar kemudian kebudayaan Melayu tetap paripurna di Pekanbaru seperti julukannya 'Pekanbaru kota Bertuah'. Dimana Bumi dipijak di situ Langit dijunjung, biar Laksamana di Laut, tidak sampaipun tak mengapa, karena tak akan hilang Melayu di Bumi.
***
Ini adalah tulisan panjang ku yang pertama sekali, saat mengikuti Dikdas di hari terakhir pendidikan. Ini catatan aku temukan dibuku jaman doeloe waktu masih semester satu. Lumayanlah menurutku gak jelek-jelek kali, soalnya pengalaman pertama harus diapresiasikan biar semangat. Ini yang ku tulis hanya ada sedikit modifikasi penulisan serta penyusunan kata yang masih berantakan. Sebenarnya tulisan diatas itu mau dibuat feature, tapi terlalu singkat sekali. Dan menurutku itu bukan seperti feature pun, lebih macam interpretatif ya gak??
Untuk bagian awal aku buat intro, dilanjutkan mau nulis apa, menjelaskan apa yang ditulis, kekurangan dan lain-lain. Seperti itu.

Komentar
Posting Komentar