Resmi Dua Puluh

Bulan Mei adalah bulan kelahiranku, di tahun ini usia ku genap 20 tahun. Aku sedang mewanti-wanti, dan mawas diri akan terjangkit a crisis quarter life. Jujur sebenarnya aku pun baru tahu istilah nyeleneh ini dari postingan temanku, yang ku lihat dari snap media sosialnya.  


Kemudian itu aku cari tahu apa maksud istilah ini. Ternyata istilah tak akrab, tapi kejadiannya kerap terjadi. Namun menurutku ini tergantung dari individunya lagi. 


Sempat aku berdiskusi dengan teman satu organisasiku yang menurut ku ia memiliki pola pikir yang sering berbeda dengan kebanyakan orang. Aku jelaskan kepadanya terlebih dahulu apa yang aku ketahui soal istilah ini, ku katakan kepadanya kalau gejala ini muncul ketika individu sudah masuk pada usia 20 tahun, ini tentang pertanyaan yang dituju kepada diri sendiri atau lebih tepatnya seperti komunikasi intrapersonal tentang hal apa yang telah kita capai selama ini, seperti itu kataku. 


Sesaat ia memanyunkan bibirnya, seperti siap meletupkan amunisi untuk menjawab. Katanya "untuk apa itu dipikirkan, hidup sajalah seperti air sungai mengalir...."letupnya. Aku terpelongo, seperti digantung karena tak puas dengan jawabannya yang Maha Sans. 


Ku tanggapi lagi jawabanya, " Seandainya seperti air sungai, batu dan kayu siap kau hadang?!" Tanyaku balik. Dia menjawab "ya kalau aku ya, buat kayak gitu. Jadi tujuan hidup kita jadi terkotak. Aku jadi gak bisa gerak bebas" Ucapnya. Baiklah jawabku singkat, yang sebenarnya aku tak terlalu ngeh maksudnya. 


Pelajaran yang ku ambil dari Crisis Quarter Life ini adalah, semakin kita mempertanyakan capaian-capain hidup, disanalah muncul keraguan pada diri sendiri. Ketika rasa ragu merasuki maka siap tidak siap frustasi. Apabila kita menjustifikasi diri sendiri bahwa gagal, pecundang, pemalas dll, dan malah yang istilah Crisis itu jadi nyata. 


Sebelum akrab dengan istilah A Crisis Quarter Life ini, sejak SMA aku Udah pernah mengalaminya hal ini, hanya saja tidak terlalu peduli dan banyak menimbang-menimbang. Aku kadang terpikir untuk apa khawatir dengan masa yang akan datang, semua telah diatur Tuhan, yakan?! 

Aku pernah mencatat sedikit hal tentang A Crisis Quarter life dibuku hutang ku, wkwk. Di sana aku bacot tentang ya ini, yok kita Kimak Simak!! 

Aku sudah pernah merasakan Crisis Quarter life, mungkin lebih tepatnya saat memasuki kehidupan SMA, di masa itu bagi ku kehidupan tak terlalu mengasyikkan kan dan tidak terlalu berkesan. Katanya 'Masa SMA' individu sedang berada di puncak transisi mencari jati diri, dalam proses bahagia, sweat seventeen, dan Bla... Bla.. Bla...!! Tapi menurut ku Quarter life itu bukan soal usia. 

Komentar

Postingan Populer