Semakin Tua kok Semakin Sulit Ketawa

     Tak ada yang lebih haetic seperti dinihari tadi, jam 4 pagi sudah bangun siap menghadapi hari yang makin lama semakin ngeri.

        Sebelumnya, tepatnya waktu malam sehabis isya aku mendadak menjadi akuntan, menghitung perkiraan omset dagangan yang boleh dikatakan tak seberapa. Pasalnya untung dan ruginya kalau dihitung ya fifty-fifty, bahasa kasarnya alhamdulillah sudah bisa balik modal soal untung itu belakangan yang penting uang bisa Disirkulasikan untuk memenuhi kebutuhan yang lain, terutama kebutuhan kampung tengah. Ya kalau kalian udah pernah baca tulisan aku sebelumnya yang judulnya "Terlambat" Kalian pasti tau aku jualan apaan.

         Nah, bagian kalian yang belum tau aku jualan apaan akan aku bagi tau sekarang, tapi jangan lupa subscribe and share ya 😏*sae lu udah kayak yutuber aje Tik.

        Untuk mengisi liburan kuliahku ini agar dapat membantu menyokong kehidupan di Ibukota aku menjalani rutinitas ku berjualan Gorengan, untuk kali pertama  aku membuat terobosan baru berjualan Bakso goreng. Setelah sekian lamanya aku udah gak pernah buat bakso lagi, dan akhirnya. Makanya diatas tadi aku bilang gak ada yang sehaetic pagi ini, ya karena itu noh, Bakso Goreng.

          Awalnya sih sempat mikir panjang, jadi buat Bakso atau Bakwan doang, tapi ya aku kira-kira gak ada salahnya aku coba-coba di sini mana tau ada peminatnya.

           Sekitar pukul 04.02 hampir timbul kebisingan di komplek perumahanku, karena Gharim mesjid muter lagu kasidah yang tonenya gak jauh beda kayak Jumpscarenya trailer film Horror.

            Dari aku bangun tidur sampai selesai mengerjakan pekerjaanku, entah kenapa kok anxious banget gitu perasaanku. Cuz this is my first time ya jualan dititipkan orang jadi keuntungannya mesti dibagi dua, karena perhitungan malam tadi aku berharap penjualannya sampai pada titik minimal supaya yaitu bisa balik modal. 

         Karena sangking khawatirnya aku sama jualananku pagi tadi, aku dibuatnya gak fokus. Kalian tau kan kalau mau buat bakso perlu air panas yang menggelegak?! tahap ini namanya cetak bakso, karena air yang di Dandang kepenuhan jadinya aku kurangi, yang dimana airnya itu ku letak di baskom kecil. Karena buru-buru mengejar waktu takut kesiangan, aku pagi itu garcep banget deh, sangking garcepnya gak sadar aku cuci tangan pakai air matang. 

         Tanganku yang mulanya berwarna gelap ini jadi kemerahan tapi bukan Rumaisyah ya hihi, malah tanek bahasa kampungnya. Hampir carut aku tadi pagi niru-niru yutuber, Astaghfirullah aladzim. Gini amat yak cari duet bathen aku cuk neng njero ati, pengen nanges tapi ra eneng seng diem ke, yowes ntelen dewe ngeles dewe. (Red *begini sekali ya cari uang batin dalam hati, ingin nangis tapi gak ada yang diamkan, ya udahlah rasakan sendiri, jawab sendiri).

              Sekitar 07.09, akhirnya selesai aku mengerjakan job desk hari ini total Goreng yang ada 60. Saatnya pergi ke tempat penitipan sambil berdoa, Tuhan berkatilah jualananku ini semoga laris manis.

          Singkat cerita, 10.12 sesegera mungkin ku suruh adikku untuk mengambil Gorengan yang dititipkan seperti apa hasilnya. Ha hiha rupanya Qadarullah penjualan ku kali ini sepi, benar-benar sepi jauh sekali dari ekspektasi, tidak ada namanya pencapaian Maksimal karena minimalnya saja tidak sampai, tapi sejauh ini syukuri sajalah.

                  Kalian mau tau berapa hasilnya?? Tapi janganlah syok ya, janjii? Eh nanti kalian sedih pulak bacanya, gak mau lagi kalian baca blogku. Gak usahlah ya aku kasih tau, nanti nge down kalian, gak mau pulak jadi wirausahawan. Gak penting juga sih hihii😉

       Pokoknya kalian kalau mau jadi wirausaha harus komitment, mental kuat, pokoknya jualan yang penting apapun dan seberapapun hasilnya harus tetap bersyukur, selagi kita masih sehat karena itu omset yang sebenarnya yang gak bisa dibandingkan dengan materi, soalnya kan masih ada hari besok, atau lusa. Kalau aku jualan dan berada di titik bawah aku ingat aja kiat-kiat tadi, kesehatan is number one.
Ya karena selama ini aku berjualan Goreng lancar dan laris manis, kali ini Allah buat Shock Treatment spesial untukku di usia 20 tahun, pas lagi rest-restnya nih banyak tuh notes item yang wajib dibeli, paket internetku miris, mau ngecek duit sama Bokap rasa gak tau diri, modal menipis, pokoknya entah seperti apa perasaanku lah sulit sekali di deskripsi kan dengan kata-kata, mungkin kalian yang sama keadaannya dengan ku saat ini bisa merasakan getaran-getaran menyesakkan ini. Sialnya lagi satu bungkus semata wayang garemku larut terendam air.

       
Semakin tua kok semakin sulit tertawa, mungkin itulah kata-kata yang bisa menggambarkan kondisi dewasa ini, ini semua karena sistem Kapitalis Awowkwkwkwk 🤣.

Komentar

Postingan Populer