Perpisahan Bukan Akhir Dari Sgalanya

Memang perpisahan suatu kejadian yang mungkin gak semua orang juga inginkan, tapi beberapa pasti ada, karena desakan dan kebutuhan. Hah kebutuhan?! ya tentu saja, kebutuhan untuk rehat sejenak, dan nanti usaha bersua tidak ada salahnya.

Satu hari lalu kami merayakan, ya kami. Teman-teman komunitas yang aku ikuti, jadi karena kebutuhan dan desakan pekerjaan, salah seorang mentor di komunitas mesti kembali ke tanah kelahiran, sebab aku sendiri bingung menyebutnya kampung  halaman atau kota idaman, entahlah. Sebut saja Yogyakarta begitu biasanya orang menyebutnya. Beliau itu, maksudku mentor kami itu harus melanjutkan projek seninya karena kebetulan memang beliau itu anak seni rupa di salah satu universitas di sana.

bertolak dari cerita usulnya mentor, kami seluruh teman-teman komunitas yang punya waktu luang berkumpul bersama di sana di sekretariat bersama founder komunitas saling curcol (cerita~ngobrol) tentu saja berusaha dengan gerak isyarat meminimalisir oral. Dalam satu pertemuan itu aku sendiri banyak belajar dari Mbak Santi Foundernya komunitas, bahwa kedekatan emosional sangat membantu baiknya komunikasi dan mungkin ada benarnya itu juga diperlukan bahkan pada setiap pertemuan-pertemuan biasa. Karena bisa saja kesamaan latar belakang apapun menjadi nilai plus untuk seseorang menjadi lebih dekat, namun bukan berarti seseorang yang tidak punya kesamaan terhadap kamunikannya menjadi momok yang menghalang dan menurutku itu malah semakin membuka sumber-sumber apa yang bisa dicari dan jadi bahan obrolan, gitu sih.

Terus kan aku lanjutin ya cerita di waktu ngumpul-ngumpul itu, kami banyak komunikasi dengan isyarat, jadi aku bersyukur aku makin banyak tahu bahasa isyarat, walaupun dalam kurun waktu semenit kalau disuruh ulang lagi isyaratnya sudah lupa lagi, hihi😅. Tapi gak apa-apa yang penting mau ingat-ingat lagi. Dan kabar baiknya semoga saja jika aku punya waktu dan sehat, aku harus ikut lagi di kelas selanjutnya belajar isyarat karena ini softkill yang sayang banget jika gak diminati, lagi pula hal ini sejurus dengan jurusan yang kuambil saat ini, jurusan Ilmu Komunikasi. Nah, cocokkan.

Kamudian karena juga ini even liburan dan tentunya aku tidak punya kesibukan, aku lumayan lama pulang dari sekretariatan jadi waktu buat ngobrol lebih lama, banyak hal yang diceritain dari mulai cerita ujian tertulis dan evaluasi video isyarat, yang juga salah satu indikator syarat ujian di sini. Pokoknya lucu-lucu deh. Tapi diantara semua video teman-teman, menurutku yang paling lucu itu punyaku sendiri, pasalnya tangan dan jemariku itu kamu kayak orang mau menari Tor-Tor, terus durasi mikirnya itu lebih lama daripada waktu praktekinnya. But overall, aku bangga kok sama diri sendiri, cuz usaha udah semaksimal mungkin, yang penting besok-besok ditingkatkan lagi.

Oh ya pasca ujian tertulis pada tanggal 9 Februari kalau gak salah ya, aku lupa hihi.. malamnya nilai langsung dieksekusi, tau gak nilai ujianku berapa?! haha rendah bangetlah, gak sesuai ekspektasi. Jadi nilai ujian tertulis aku itu cuma 67 (wah ini sih parah🙃).

Nah, karena ceritanya sudah random dan amburadul ntah ke mana-mana, aku sndiri jadi bingung gimana ngerelasikan cerita ini, pokoknya setalah satu hari selsai ujian tertulis, besok malamnya itu ya kami ngumpul-ngumpul bareng sama teman-teman, dah gitu seduluran, eh segitu dulu maksudnya. Sampai jumpa di kelas dan level selanjutnya😘 tan-teman.

Komentar

Postingan Populer