Cuma Sebentar

Hari  berlalu keputusan untuk balik pulang tidak ditangguhkan atau bahkan dibatalkan, akhirnya saya pulang. Sebenarnya bisa saja saya ndak pulang kampung tapi siapa tau soal umur, selagi ada yang bisa dikunjungi ya pulang sajalah, berjumpa tidak ada salahnya. Bapak saya kemarin itu senang saya pulang, ibu saya demikian juga, kakak saya pun begitu, tetangga pun senang. Saya tidak tahu pasti kenapa mereka senang saya pulang, padahal tidak ada apa-apa pada saya. 
Saya  tidak lama menghabiskan waktu di kampung hanya Empat Hati dari Dua Bulan lamanya liburan. Di sela makan bapak bertanya berapa lama saya liburan, tentu saya menjawab dengan apa adanya, bahwa saya liburan sudah hampir menghabiskan dua bulan, dan  selama sebulan liburan saya isi dengan   kegiatan komunitas. 
Terlalu lama juga di kampung bukan lah hal yang seru, apalagi teman seusia sepermainan sudah antah berantah menyebar kemana-mana, adapun teman ya sudah pada menikah, sibuk dengan urusan rumah tangganya, teman kuliah sudah banyak yang kembali ke kota rantauan karena memng waktu saya kembali ke kampung itu sudah mendekati waktu masuk perkuliahan. Jadinya saya hanya menghabiskan waktu di rumah seharian. 
Jadi ada sebelumnya cerita dari kakak saya beliau itu merasa keberatan  dengan kepulangan saya yang sebentar, katanya "aku rindu kok kamu pulangnya cepat sekali," ya saya bingung mau dibagaimanakan, emang buat apa lama-lama di kampung, juga di sana tidak ada  yang bisa buat ber lama-lama yang pentingkan saya sudah pulang, toh. Jadi setiap hari waktu di sana, kakak saya selalu sibuk datang ke rumah bapak, menjemput saya alasanya ada urusan, "yok ikut, penting ini" selalu begitu narasinya. Pernah suatu malam beliau menyambangi rumah bapak, minta ditemankan membeli obat, tidak jauh jaraknya hanya 2 kilometer dari rumah, duh minta ampun lah maunya ditemanin. Padahal juga sehari-hari belinya sendiri ini kok maunya ditemenin, sangking paksanya minta ditemenin, aku yang keukeh gak mau pergi tetap ditungguin sampai mau. Akhirnya aku mau juga setelah proses  pemaksaan yang menghabiskan 1 jam, euw. 

Sebenarnya yang menyiksa itu rindu tapi ndak pulang, atau pulang sebentar tapi tak memuaskan rindu, dan bagaimana pula memuaskan rindu. Jadi siapa sebenarnya yang tak rinduii?! 



Komentar

Postingan Populer