Pantang Tenggelam
Kali kedua saya gagal mengantarkan cenderamata bangsat ini, ku sebutlah ia biasa dengan buhul pembawa derita. Setidaknya waktu mengajarkan bagaimana sikap bijak digigit dari awal mula perjalanan, jikalau melihat genangan tidak langsung melintas di atasnya, instrik untuk menikung di antaranya adalah kebaikan. Manusia semacam ini cerdas menduga genangan air tidak akan hanya menawarkan ketenangan, di balik riak-riak yang bergelombang dan jernihnya menampakkan dasarnya di semua yang melenakan itu ia tetap meminta tumbal, bukan hanya meminta untuk dicampuri bahkan ia tak segan-segan menenggelamkanmu di hulunya.
Manusia yang sudah tak sadar, melihat air saja khayalnya mengubah porselin yang kilap di jajaki tapak-tapak senang. Selamat engkau akhirnya disenggamai kenangan dan angan-angan. Kini menderita, boleh. Tapi jangan terlalu lama, this life to short for useless thing.
Manusia yang sudah tak sadar, melihat air saja khayalnya mengubah porselin yang kilap di jajaki tapak-tapak senang. Selamat engkau akhirnya disenggamai kenangan dan angan-angan. Kini menderita, boleh. Tapi jangan terlalu lama, this life to short for useless thing.

Komentar
Posting Komentar