April oh April

Aku lihat jemarimu menari di atas papan hitam berkotak, Kau kaku berbicara, namun jemari lantam menulis kata-kata.
Ku benci statusku dihidup ini, karena aku selalu melihat sisi sempurna hidupmu.


tiap kau bicara tentang keluh mu, maka setiap telinga siap mendengar cerita mu, sedangkan aku?!
Kau apa adanya itu, selalu mampu meluluhkan hati yang keras, yang tak berkasih kemudian lemah tak berdaya.


setelah sekian lama aku sengaja, lakuku sadar.

Komentar

Postingan Populer