Intervensi
Kemarin malam, aku dan segelintir manusia, merencanakan kegiatan untuk hari ke depan, diskusi. Jatuh waktu pembagian jatah tanggung jawab, satu per satu peserta yang nangkring ditanyai kesanggupannya akan tugas yang dipertanggungjawabkan.
Bergilir, berjalannya waktu. Hingga terhenti disalahsatu wanita yang anggun, manis, danlemah lembut, sebut saja namanya Klorin. Seperti ini kira2 percakapan atau penawarannya.
Coe: Rin kamu mau ambil bagian apa?
Klorin: aku mau bagian perlengkapan ajalah.
Cowok2: yang lain nyamber, "Itukan pekerjaan cowok-cowok."
Klorin: kan kalau ada ceweknya lebih bagus.
Sontak si Tungil, anggap saja temannya si Klorin, ngegas.
Tungil: "eh rasis kali kalian, genderisasi" Sambil cengengesan. (Ngerasa udah kaya jadi apa gitu ya, macam bijak bgitu perasaannya). "Biar ajalah si Klorin itu ambil bagian perlengkapan, kalau dia ngomong dan pilih itu berarti kan dia sanggup," lanjut Tungil.
Beberapa saat suasana semakin ribut, sibuk dengan diri masing-masing. Ketua pun menenangkan.
Cowok: jadi gimana Rin?
Klorin:ya udahlah coe, bagian Acara saja deh.
Dan akhirnya selesai.
Jadi, Klorin tidak jadi ambil bagian perlengkapan karena sempat kena intervensi walaupun hanya teguran yang sifatnya seperti candaan. Karena setelah ditelaah kebenaran umum bahwa wanita menimbang dengan hati, perasaan, gampang disenggol, goyah.
Dan setelah aku dapati kejadian itu, apakah yang dikatakan cowok-cowik yang nyamber itu adalah Perilaku Seksis?
Please, Jawab:.......
Dan aku yang belum baik memahami ini, mencoba berpikir positif, bahwa mungkin yang disampaikan cowok-cowok ganteng itu bukan intervensi, karena kalau pakai istilah intervensi macam ngeri kali gitu ya. Mungkin maksud Cowok-cowok itu adalah mereka memuliakan wanita, dan tak ingin wanita mengambil pekerjaan yang melelahkan, penat, hetic lagi, sampai mungkin butuh puding telor AyamKampus Kampung tabur merica sedikit garam, pasti gurih dan nikmat, sebagai penambah Stamina
Bergilir, berjalannya waktu. Hingga terhenti disalahsatu wanita yang anggun, manis, dan
Coe: Rin kamu mau ambil bagian apa?
Klorin: aku mau bagian perlengkapan ajalah.
Cowok2: yang lain nyamber, "Itukan pekerjaan cowok-cowok."
Klorin: kan kalau ada ceweknya lebih bagus.
Sontak si Tungil, anggap saja temannya si Klorin, ngegas.
Tungil: "eh rasis kali kalian, genderisasi" Sambil cengengesan. (Ngerasa udah kaya jadi apa gitu ya, macam bijak bgitu perasaannya). "Biar ajalah si Klorin itu ambil bagian perlengkapan, kalau dia ngomong dan pilih itu berarti kan dia sanggup," lanjut Tungil.
Beberapa saat suasana semakin ribut, sibuk dengan diri masing-masing. Ketua pun menenangkan.
Cowok: jadi gimana Rin?
Klorin:ya udahlah coe, bagian Acara saja deh.
Dan akhirnya selesai.
Jadi, Klorin tidak jadi ambil bagian perlengkapan karena sempat kena intervensi walaupun hanya teguran yang sifatnya seperti candaan. Karena setelah ditelaah kebenaran umum bahwa wanita menimbang dengan hati, perasaan, gampang disenggol, goyah.
Dan setelah aku dapati kejadian itu, apakah yang dikatakan cowok-cowik yang nyamber itu adalah Perilaku Seksis?
Please, Jawab:.......
Dan aku yang belum baik memahami ini, mencoba berpikir positif, bahwa mungkin yang disampaikan cowok-cowok ganteng itu bukan intervensi, karena kalau pakai istilah intervensi macam ngeri kali gitu ya. Mungkin maksud Cowok-cowok itu adalah mereka memuliakan wanita, dan tak ingin wanita mengambil pekerjaan yang melelahkan, penat, hetic lagi, sampai mungkin butuh puding telor Ayam

Komentar
Posting Komentar