Tahap 2 dari 3: Ujian Komprehensif
Sebagai informasi, aku mendapatkan jadwal ujian kompre pada bulan Maret, 8 2022. Seperti kata temanku, gak Tika kalau tidak drama. sekuel prosesi ujian kompreku masih aja ada dramanya, agak muak tapi tetap dijalani, gak terasa selesai juga rupanya aku cukup profesional menjalani kehidupan.
Sebagai informasi saja, untuk menunggu jadwal ujian kompre aku sendiri menghabiskan waktu kurang lebih setengah bulan, sudah tiga kali aku mendatangi kantor prodi menanyai status jadwal ujian komrpeku yang tak kunjung keluar. Pada kunjungan sebelumnya aku tak pernah bisa menemui staf, ini selain aku tidak punya banyak waktu juga stafnya sempat sakit.
Sambil beberapa kali berusaha mengirimi pesan singkat yang tak pernah dibalas oleh staf prodi, aku pikir iktikad baik memang harus menjumpai langsung orang stafnya (menghindari miskomunikasi, aku trauma dengan masalah adminitrastif). Waktu kunjungan yang terakhir kali, puji tuhan aku akhirnya bertemu dengan staf prodi, aku bertanya hati-hati dan menjaga sikap sebab manusia sejenis aku ini kadang masih sulit dengan menajemen emosi. Kudekati staf tersebut, mulai bertanya bagaimana status jadwal ujian kompre-ku, sebab hampir sepekan lebih aku menunggu jadwal online, namun status ujian kompre juga belum keluar, padahal menurut informasinya, jadwal kompre keluar paling lama sepekan setelah memasukkan berkas.
Saat sudah bicara ono-ini dengan staf prodi, beliau menjawab bahwa jadwal ujian kompre-ku tak keluar lantaran menunggu kuota peserta ujian, mengingat dalam sepekan ini juga belum ada yang memasukkan berkas, maka jadilah aku menunggu sampai kuota tersebut terpenuhi. Mendengar hal itu seketika saja, dengkulku lemas, hati agak sedikit kecewa.
Berjalan waktu, tidak lagi aku rutin mengecek sebuah laman informasi ujian kompre tempat biasa aku memantau kapan jadwal ujian kompre-ku bakal diumumkan. Tiba-tiba saja nomor asing menghubungiki via Wa dan menyuruhku mengecek lama ujian kompre.
Setelah aku mulai melalang buana mengecek status jadwal ujianku, aku menemukan jadwalku. akhirnya aku bisa ujian. Alhamdulillah.
Semua dimulai dari salah masuk grup ujian. Awalnya aku senang sebab ada teman yang seangkatan ujian kompre di hari yang sama denganku, dan aku kenal pula dengan dia. Jika boleh mengorek ingatan tahun-tahun lalu kami pernah berada di grup ospek fakultas yang sama. Nama grupnya Cheng Ho ((uuuhh sangat panglima sekali, bukan?)).
Singkatnya, aku membuat sebuh grup kecil yang berisi peserta ujian dijadwal yang ditentukan, tendeng aling satu orang yang asing juga mengchatku, berkata bahwa kami berada di jadwal yang sama. Mendengar hal tersebut, aku tak pikir panjang memasukkan ia di grup yang baru saja aku buat. Saat mulai bergabung, teman yang barusan kali mengchat aku berkata bahwa pengujinya berbeda, mendengar hal tersebut aku juga bingung kenapa bisa berubah dan berbeda.
Eh ternyata, memang aku sendiri yang salah grup, mendengar info itu aku langsung pamit dari grup tersebut dan membuat grup baru.
Orang yang barusan mengchatku merupakan adik kelas, yang beda setahun denganku. Rupanya ia mengenalku tak asing setelah mengingat ulang, ternyata ia pernah bergabung dalam organisasi yang sama denganku. Dan juga ia bercerita, mendapatkan nomorku dari orang-orang yang sama di organisasi tersebut. Mendengar hal tersebut, tak sulit bagiku untuk lebih akrab mengingat beberapa hari yang akan datang kami akan menghadapi penguji yang sama.
Ujian Hari Pertama
Pengujinya terkenal slow sama mahasiswa, yang penting lo juga asik jangan congkak aja deh. Setiap kali ditanyai teman siapa penguji 1 ujian kompre-ku, terus kujawab bapak ini, teman-teman bakal nyahut begini udah mendingan kau gak usah belajar, asiknya bapak itu ujiannya. Sans bae. Yo aku mendengar itu mencak kesengangan tapi juga tetap belajar, siapa yang tahu hati dan mood bapak itu saat ujian berbeda, jadi aku tetap berlajat ya guys ya.
Sampai di tanggal 10 Maret, ujian tiba. Aku yang saat itu paling senior di antara teman-teman yang lainnya, betulan merasakan arti kesepian. Sampai aku bolak-balik chat temanku buat datang, tapi apa mau dikata temanku juga punya kesibukan lain, dan ya aku tetap sendiri duduk di lobi fakultas. Berdenting notif Wa-ku, kulihat teman yang lain sudah duduk di sudut bangunan yang lain. Dan waktu itu juga kami mulai berkenalan secara langsung dan mulai melangkahkan kami menuju ruangan yang diminta oleh penguji ujian kompre.
Beberapa eaktu sebelumnya aku dan teman yang lain punya proyeksi ketakutan masing-masing, mengingat ini bukan ujain kompre biasa, ini ujian umum yang umum banget. Sangking umumnya harus banyak hal-hal umum yang mesti kami kuasai, mulai dari pengetahuan kejurusan, konsetrasi, hingga keagamaan.
Dengan modal yakin dengan yang kami punya, kami mulai mengetuk ruang beliau, penguji menjawab salam kami sambil senyum sumriah, bertanya bagaimana ujiannya hari ini. Muka kamu datar, sambi bilang hehehe siap pak.
Kami berlima dalam ruangan yang tek terlalu lebar, duduk berjejer di kursi yang sama sekali tidak rekomendid memberi kenyaman, sekarang yang ada dipikiran segeralah ujian kompre ini berlalu.
Alhamdulilah ujiannya selesai, tidak ada yang sulit rupanya ujain keagamaan dengan penguji kali ini. Hal-hal mudah membarengi kami. Sangat lega rasanya mendapatkan kesempat diuji dengan penguji seperti bapak dosen ini.
Bila biasanya ada kemudahan setelah kesulitam, maka ujian kompre aku dan teman-temanku terbalik. Pribahsa tersebut tidak berlaku bagi kami, tidak ada yang enak-enak didapat dengan gratis di dunia ini, betulkan?
Setelah kemudahan ujian komrpe keagamaan dengan penguji yang asik, maka ujian kompre kejurusan ini rasa sulit. Jika jadwal ujian tahap pertama tanggal 10 Maret, maka ujian kompre tahap kedua ini berlangsung di tanggal 14 Maret! Lenggang waktunya sangat jauh sekali kan. Sudah jangan kesal, itu sudah kami nikmati.
Sehari selepas ujian kompre tahap satu, kami seluruh peserta ujian merasa seperti kena prank, kenapa begitu, karenan dosen tiba-tiba saja membatalkan ujian setelah dari pagi hingga jam 5 kurang kami menunggu beliau. Sbetulnya gagal jadwal itu hal biasa, namun yang tidak perlu dinormalisasi ada miskomunikasinya, berkabar itu sangat penting.
Setelah sampai sore menunggu penguji dan ujian batal, kami uring-uringan namun di lain hal hatiku sedikit agak lega soalnya jadi bisa belajar lagi, hehehe. Setelah konsolidasi pasti soal jadwal ujian mendatang akhirnya kami pulang.
Sampai di tanggal 18 Maret, jadwal ujian datang. Selepas pertanyaan yang membingungkan dan sulit, kertas nilai tak ditembus dengan terima kasih. Sebelum akhirnya wejangan atau lebih tepatnya kritik menghujam itu selesai, Masih ada syarat yang betul-betul menyiksa, kami harus menyetorkan buku dengan judul tertentu supaya kerta nilai ujian kompre bisa diserahkan. Aku yang notabenenya tak pernah puny buku tersebut pusing sekali, tanpa babibu, sampai sepekan juga aku mengumpulkan buku tersebut.
Dan tahu gak, kukira drama bakal berakhir disitu, sekarang setiap kali mau jumpa setor buku-buku bapaknya selalu baca chat doang, terus satu hari yang lain akhirnya jumpa tapi sial kertas nilaiku ada yang salah ketik, ulang lagi. Dah lah. kuhitung-hitung hampir seminggu lebih baru aku dapat lembar nilai ujian kompreku.
Makasih ya pak sudah jadi penguji saya, semoga urusan bapak lancar semua. Terima kasih penguji pertama yang lempeng bae memberikan soal ujian, semoga selalu urusan bapak lancara jaya. Sekian


Komentar
Posting Komentar