Jangan Asal Coba Ikut Tren Sluging
Sluging merupakan aktivitas night skin routine yang pernah populer di penghujung tahun 2022. Sebetulnya tren ini sudah lama populer di negara lain, seperti Korea Selatan. Tapi efek tsunami Sluging baru tenar di Indonesia waktu tahun 2022 dibantu populer oleh Tiktok.
Sebagai anak muda yang kiblatnya dan sumber pengetahuannya dari sosial media tentu aku gak mau ketinggalan tren Sluging. Selain konsep perawatannya yang mudah, skincarenya juga terjangkau untuk didapatkan.
Pada dasarnya Sluging Korea yang kulihat menggunakan teknik pijat wajah dengan menggunakan bahan Petroleum Jelly. Salah satu produk skincare yang terkenal mengandung Petroleum Jelly adalah Vasseline. Makanya tidak heran, tenarnya Sluging mendongkrak popularitas Vaseline bersamaan.
Manfaat Sluging disebut sangat membantu membuat wajah jadi lebih lembab. Ini disebut sangat efektif membuat wajah tidak tampak kusam. Apalagi untuk individu yang tinggal di daerah dengan kondisi cuaca yang cukup ekstrim. Misalnya suhu udara yang terlalu panas dan terlalu dingin.
Menurut laman consumerreports-org menyebutkan bahwa Petroleum Jelly ibarat jaketnya kulit. Dimana mencegah hilangnya air evaporatif traspidermal. Artinya menjaga kelembaban di dalam agar tidak menguap dan mencegah hal buruk untuk kulit melalui udara masuk dan menyebabkan kerusakan pada kulit wajah.
Tak hanya itu, Sluging juga diamini membuat kulit wajah lebih kenyal. Sejauh ini tidak ada studi yang mendukung statmen ini. Kenyal atau tidaknya tekstur kulit itu lebih tepatnya dipengaruhi oleh produksi aging dalam kulit. Sedangkan penggunaan produk Petroleum Jelly sifatnya Oklusif, yakni duduk di atas kulit tidak membiarkan apapun masuk dan keluar.
Namun tentu dapat dipahami, anggapan kulit tampak kenyal tentu merupakan negasi dari kulit kering yang membuat efek penuan kulit. Singkatnya garis halus dan kerutan lebih terlihat di kulit kering daripada kulit terhindrasi.
Kesalahan mengadopis Tren Sluging
Perlu diakui bahwa dengan Sluging berkala memberikan efek lebih lembab di kulit wajah, walaupun wajah kusamku masih kentara. Namun Sluging yang rutin kulakukan malam hari itu jadi mimpi buruk. Perlahan-lahan muncul seperti bintik-bintik jerawat yang tidak ada matanya, namun sangat mengilu ketika tersentuh.
Munculnya bintik bengkak seperti jerawat itu satu persatu. Aku ingat pertama kali muncul di garis pipi dekat dengan lubang telinga. Aku mulanya belum curiga itu akibat dari Sluging. Makanya aku tetap melanjutkan aktivitas tersebut.
Namun seiring hari, jerawat yang sama muncul di bagian sisi pipi lainnya, Itu wilayah yang sering aku pijat dengan Petroleum Jelly. Jadi kondisinya sisi kiri dan kanan pipiku dipenuhi dengan jerawat yang tidak bermata tapi bengkak dan ngilu. Jadi seperti jerawat batu, tapi juga seperti milia.
Tapi di sisi lain, aku tetap mengolesi jerawat-jerawat itu dengan Petroleum Jelly. Pasalnya, hasilnya jerawat tersebut matang. Tapi tetap tidak ada matanya. Akhirnya aku kesal, aku terapkan ilegal prosedural untuk kulit. Kupencet jerawat itu satu persatu.
![]() |
| Ini pipi sisi sebelah kanan. Bagian yang paling breakout. Aku menyesal ikutan tren Sluging. Padahal kulitku sebelumnya kondisi mulus, sejak Sluging malah jadi gradakan. Dokuemtasi 2022. |
![]() |
| Ini bagain pipi sbelah kiri. Breakout sama parah dengan sebelah pipi kanan. Tapi bedanya jerawat yang kiri ini lebih kecil-kecil menyebar sampai garis kulit kepala. Dokumentasi pribadi. 2022 |
Lalu hasilnya? luar biasa. Aku melihat seperti bubur nasi keluar dari jaringan kulit paling luar. Satu per satu jerawat itu ku susuri. Efeknya kulit wajahku mengalami inflamasi alias kemerahan, dan meninggalkan jejak bengkak-bengkak di titik yang dapat tekanan. Untuk meredakannya aku menggunakan Petroleum Jelly lagi.
Lantas mengapa masih menggunakan Petroleum Jelly? ya karena Petroleum Jelly mengandung Petroleum. Menurut laman webmd.com, berfungsi menjaga kelembaban kulit. Kelembaban itu mempercepat proses penyembuhan luka kulit.
Hasilnya? titik-titik jerawat yang memerah itu mereda. Namun di titik lain, muncul jerawat yang serupa. Hingga akhirnya ku memutuskan untuk tidak menggunakan Petroleum Jelly lagi untuk proses melembabkan kulit kering dan kulit wajahku yang luka-luka itu.
Setelah sama sekali tidak menerapkan Sluging, bagaimana? Jerawat problematis itu pun tak muncul lagi. Tapi sayang banyak meninggalkan bintik-bintik noda hitam.
Jadi, apakah Petroleum Jelly pemicu munculnya jerawat?
Menurut pandangan pribadiku, tidak juga. Banyak jurnal kulit yang mneyebutkan bahwa Petroleum Jelly tidak bersifat komedogenik, yakni tidak menyumbat pori-pori dan memicu jerawat. Namun dari laman kesehatan webmd.com yang kubaca, bisa jadi penggunaan skincare lain sebelum Petrolum Jelly yang digunakan pemicu penunjang terjadinya iritasi kulit, karena usai menggunakan Petroleum Jelly, bahan aktif di skincare sebelumnya meningkatkan kontaknya dengan kuit, sehingga muncullah iritasi.
Munculnya jerawat di wajahku
Hal yang paling besar untuk disebut pemicu munculnya jerawat di wajahku adalah pertama, kurang bersihnya proses double cleansing sebelum pengguaan Petroleum Jelly. Kedua, aku menggunakan skincare yang bahan aktifnya kontak intens dengan kulit wajah sehinggu memicu munculnya jerawat di wajah.
Juga, ketiga, besar kemungkinan karena faktor hormon dan kurang minum. Keempat, tak dinafikan, kemungkinan besar efek kurang menjaga kebersihan sarung bantal yang digunakan. Karena posisi jerawat yang muncul bagian yang sering bersentuhan dengan sarung bantal.
Sluging bagus, tapi soal mencoba lagi, sejauh ini tidak. Aku hanya mau coba untuk rutin menjaga kersihan sarung bantal, tempat tidur. Menjaga pola konsumsi air putih. Lalu menertibkan diri untuk doubel cleansing dengan baik.

.jpeg)

Betul. Untuk kesehatan kulit wajah memang harus berhati-hati. Mengikuti tren yang viral di sosmed kadang tidak selalu cocok dengan gaya hidup kita di dunia nyata.
BalasHapusMakasih ya sis, peringatannya. Tapi beneran ya kulit wajah itu bukan kanvas lukis. Kalau salah treatment udahlah tunggu saja efeknya.
BalasHapus