Yang Mesti Dihayati Soal Berak!

 Jarang-jarang aku mau bawa hape ke Wc, aku rasa macam gak sopan aja aku lihat konten orang sambil agak-agak ngeden, tapi kali ini adalah soalan lain. Lagu lama ini sebenarnya, waktu berak banyak kali inspirasi menulis, makanya aku bawa hape lah sesekali. Dan memang momento berak'O ono  benere dan diakui beberapa penulis. 

Momen itu datang saat sudah nyaman pasang kuda-kuda kodok, berseliweran lah ide-ide kreatif nan inovatif. Contohnya, sebuah naskah fiktif untuk menyambung cerpen yang alurnya  lompat2, juga sketsa gambar yang timbul di atas keramik yang berkerak di Wc-ku. 

Momen berak juga jadi waktu konseling yang membantu, memikirkan masalah dan dapat solusinya, menghayati aktivitas seharian, muhasabah kebacotan seharian, tempat misuh-misuh, tempat paling privatis para sebaters, omong-omong juga tempat mengulang jutsu Naruto. 

Hari ini, entah kenapa baru malam-malam tersetor hajat, biasanya sejak pagi rutin jadwalku setor hajat, tapi itu bukan masalah berarti. Yang penting tai-nya masih keluar dari dubur. 

Aku hanya ingin berbagi, semoga saja cerita ini bermanfaat bagi pembaca (yang tersesat atau terniat)! Jujur saja beberapa di antara kita pasti pernah menghardik halnya seperti berak, misalnya. Kadang aku juga melakukan hal serupa, tapi cepat-cepat aku afirmasi ke diriku bahwa berak adalah hal yang baik. 

Berak merupakan aktivitas defekasi tubuh yang sering dikesampingkan, disepelekan. Padahal aktivitas buang buntelan eek ini penting untuk keberlangsungan sistem pencernaan. Bayangkan aja selama satu hari gak berak-berak, apa perut gak begah dibuatnya? Selain buat tampilan tumbuh gak ciamik, tidak berak-berak juga buat napsu makan tidak bernas, adapun menu favorit selera jadi tidak membuncah, begitu efeknya jika sistem perberakkan tidak lancar. 

The last but not least, orang yang terganggu sistem perberakannya juga berisiko punya bau gas yang duh aduh, kentutnya kentara baunya, jangan sampai di bawah bermasalah, di atas pun bermasalah, entah iya sendawanya juga duh aduh!!

Lain sisi, ketidakpedulian akan kesehatan sistem pencernaan ini bisa dilihat dari banyak faktor, terlebih soal pola makan, dimulai dari hal yang paling sederhana yakni minim pasokan serat, tidak banyak konsumsi air putih, menahan berak dan lain sebagainya. Sumber serat di Indonesia itu banyak kali, Bund! gak ada alasan deh kalau gak konsumsi serat. 

Mari dimulai dari buah-buahan, yang enak dan paling murah seantero, Pepaya. Kalau kamu anak Panam, cobalah ke Pasar Selasa di depan SPBU, coba inveskan duitmu 10 ribu dari gajimu yang setengah digit itu kalau ditotal paling cuma 0,10 persen pengeluaran  kesehatan, anggap aja itu bagian dari self love. 

Kalau Pepaya ogah sebab lembek nan sedikit berbau (bacot kau), coba beli pisang harga 10 ribu, bila beruntung 8 ribu pun bisa kau dapati Pisang satu sisir,  sisa dua ribu kembali tabung saja, untuk modal beli buah hari esok. 

Beli buah jangan kalau sudah berhari-hari tak berak, terus mulai bertanya, "Kenapa aku belum berak-berak dari hari kemarin?", "Aduh, gimana caranya supaya aku terberak?". Dan akhirnya baru sibuk mencari bantuan luar dengan obat pencahar. Sebagian munjur untuk sekali pemakaian, namun beberapa perlu usaha ekstra untuk berhasil Modol kalau katanya orang Sunda, mah. 

Secara ilmiah, berak termasuk termasuk proses defekasi, namun tak lepas apa yang dikeluarkan (tai) jadi bagian proses ekresi dimana zat-zat yang tidak dibutuhkan tubuh dikeluarkan karena gak ada manfaatnya lagi, dan menurut pemahamanku defekasi itu bagian dari proses (mengejannya). 

Seperti yang aku jelaskan manfaat serat  baik bagi pencernaan, tentang bantu melancarkan pencernaan perut, serat juga bantu tidak bebelan (tai keras), tidak bebelan tidak mengejan.  Orang yang berak mengejan berisiko mengalami ambeyen, berak berdarah hingga wasir. Kalau sudah kena penyakit-penyakit ini, kujamin ada waktu di mana silitmu terasa tak nyaman lebih-lebih sangat banyak aktivitas duduk ditambah kondisi kelelahan. 

Ambil satu contoh ambeyen,  yang paling pamor dengan daging nyempil di tepian lubang silit ini sangat buat tak nyaman, lebih-lebih saat ia keluar dari ring silit itu sangat menggangu. Menyempilnya  daging silit ini ada tahap-tahapnya, jika sudah tahap tak normal dengan indikasi sakit dan mengurangi kualitas hidup penderitanya, kudu segera diperiksakan ke ahlinya. 

Pemeriksaan ini membantu proses indentifikasi dan tata laksana pengobatan, apakah ada penyakit serius atau tidak. Jika berlanjut terindikasi penyakit serius maka penanganannya bisa dilakukan lebih awal mencegah perparahan kondisi di kedepannya. 

Jangan Mencela Sesuatu Bila Masih Dibutuhkan

Cela mencela emang manusia jagoannya, aku, kamu dan kita semua pasti pernah mencela baik hal-bal serius atau hal-hal sepele. Menurutmu berak bagian hal apa?

Pengalamanku, kita mencela berak bila momen tibanya tidak tepat. Seperti mau tampil di muka umum, saat masih nyenyak tidur, ketika mau pergi kerja, ketika saat makan, saat nongki di kafe yang gak ada WCnya, betul kah?

Lantas bagaimana solusinya?segera saja langkahmu dipercepat, lebih baik lebih bagus. Bila saja sesak berak menghilang saat sudah tiba di depan pintu Wc? bagaimana solusinya? tunggu saja the next sesak berak  berikutnya.

Hal yang patut kamu syukuri adalah setidaknya kondisimu normal bisa mendeteksi sesak-sesak berakmu sehingga kau bisa bersiap menuju Wc mengeluarkann fesesmu. 

Coba bayangkan bila ingin berak kau membutuhkan kantung stoma menempel di perutmu, yang mesti kau bawa kemana pun kau pergi, selain berisiko mengalami kebocoran, pengguna kantung stoma juga tidak dapat merasakan sensasi sesak berak.  Pengguna kantong stoma juga berisiko tinggi mengalami  ganggu kepercayaan diri (so sad).

Sebagai informasi, kantong stoma ini biasanya digunakan bagi penderita kanker usus, atau penderita non kanker seperti hipercolotis atau colitis, seperti yang diungkap spesialis bedah digestive Rumah Sakit (RS) Bethsaida, dr. Eko Priatno, dikutip dari lama yutub Bethsaida Hospitals. Jadi penderita kanker usus ataupun non kanker ini menjalani serangkain operasi kolostomi. 

Operasi kolostomi merupakan membuat lubang (stoma) pada dinding perut yang dihubungkan langsung dengan usus besar. Kolostomi ini menjadi dua variasi, permanen dan sementara. Disebut permanen bila kondisinya usus besar bagian bawah diangkat dan adanya penutupan anus, dikutip dari laman Alodokter.com.

Bila pasien diberikan tindakan operasi Kolostomi permanen maka sehari-harinya akan menggunaan bantian kantung stoma sebagai penampung tinja, dan mereka tidak merasakan apa yang namanya sensasi sesak berat, sebab feses akan dengan sendirinya akan keluar, ya seperti yang tlah dijelaskan di atas sebelumnya. 

Dan satu faktanya, kantung stoma itu mahal, lebih mahal dari buah yang kujelaskan sebelumnya, belum lagi risiko iritasi kulit sebab penggunaan kantung stoma itu menggunakan perekat supaya menempel di kulit. Sebagai anak dari ibu penyintas kanker usus, aku ajak teman-teman nikmati momen berakmu dengan santai ya dan syukuri kalau sesak berak menghampirimu. 

Salam perberakkan sekebon (tapi bukan mencret ya :D)

 

Komentar

Postingan Populer