Hari Pertama ke Kampus di Masa PSBB
Semalam saya baru saja sampai ke kota, mengadu setelah lama di kampung halaman, saya tidak banyak dan agak bersusah payah menjangkau fasilitas pendidikan. Secara, kondisi pun untuk pelaksanaan kukaliah yang terbatas. Sampai sekrang tugas kuliah saya banyak yang mandek, karena semangat saya belajar di kampung itu seret, saya gak tahu faktor krusialnya apa kok sampai bisa seperti itu, pada hal di kampung juga saya tidak terlalu mengerjakan tugas rumah yang berarti. Hanya saja-saja. Seperti biasa, bangun tidur saya lihat notifikasi hape, langsung menyetel program pengajian mamah dedeh yang santer dengan jargonnya " Curhat dong" itu tampak ramai kumpulan ibu-ibu militan saling bersahutan. Lalu sesekali ke dapur melihat ibu sambungku berjibaku dengan sayur-mayur untuk serapan hari itu. Itu lah rutinitas ku. Lagipula ibu sambungku itu enggan diberikan bantuan, saya gak tahu kenapa mungkin masih terasa segan utuk berbagi instruksi.
Semalam selama tujuh jam waktu tempuh perjalanan, aku bersyukur kondisi mobil sewa yang kutumpangi hari itu, tidak ramai seperti biasanya, apalagi menjelang ajaran baru, mungkin karena mawas diri korona yang semakin banyak di Indonesia.
Sesampainya di Pekanbaru pun, aku tidak banyak menemui perubahan yang signifikan di sini, yang adabmalah perumahan yang biasanya sesak di penuhi mahasiswa-mahasiswa kini hanya terlihat tumpukan sampah yang mengunung, karena memang sudah hampir dua bulan penuh tidak ada operasi kebersihan di kompleks ini.
Masyarakat yang tinggal di sini saja, harus membakar sampahnya sendiri, karena orang kebersihan tidak ada patroli.
Keesokannya aku pergi ke kampus, ada banyak keperluan, yang sifatnya penting. Aku menyambangi fakultas terlebih dahulu, di sana aku lihat muka-muka baru, maksudku seperti Mahasiswa Baru (Maba) polos banget mah, kelihatan gayanya. Terus duduknya nyudut-nyudut gitu. Ada juga kok Mahasiswa Lama (Mala) ada yang duduk santai, ada yang lari-lati kebirit-birit, panik mengurus berkas-berkas penyusunan karya ilmiahnya tampaknya.
Persentase Mahasiswa yang datang dan pegawai yang tersedia di Fakultas gak sebanding, banyak lagi Mahasiswa yang datng dari pada pegawai yang ada, karena memang di Fakultas Kedokteran, ternyata pegawai diterapkan peraturan shif yang berkerja dari rumah dan bekerja di kantor, makanya jumlah tidak banyak. Setelah berkali-kali mengurus berkas ke Fakultas, tampaknya aku kurang cepat geraknya, karena orang yang aku butuh tanda tangannya sudah pergi sedari tadi aku berdiri di lini tempat pengantaran berkas. Huhu lelahnya.
Dan akhirnya, setelah lama aku berdiri-diri gak jelas di sana, aku antarkan juga itu berkas buat di leges dan nantinya akan kukirimkan ke kabupaten guna keperluan bantuan. Semiga aku lulus seleksi Aamiin

Komentar
Posting Komentar