Curiga dengan Hari yang Baik-baik

 Semakin dewasa  semakin tinggi tingkat curigaku soal kehidupan, walaupun hampir sebagian besarnya hasil menduga dan halu. 

MasyaAllah sekali, belakangan hari semua kegiatanku berjalan begitu lancar dan mudah, tidak ada halangan berarti menjalani rutinitasku, tapi kadang kemudahan-kemudahan yang menyertaiku masih sering diganduli sama perasaan curiga. 

Perasaan curiga itu seperti was was soal apa yang bakal datang di kemudian hari, hal itu berwujud menjadi tanda kutik yang selalu menyelip ketika aku sibuk dengan tertawaku yang terbahak-bahak, kadang tanda kutik itu hadir di sela-sela canda yang dilempar temanku. Seakan tanda kutik itu tergantung di pinggir-pinggir bibir.

Aku selalu mewanti-wanti. 

Terlalu curiga. 

Ya bagaimana ya, jujur aku risau. Hematku,  sebagian orang-orang juga merasakan hal yang sama.

Harusnya aku banyak bersyukur , bukan?! harusnya aku harus lebih tangguh lagi soal prasangka. Prasangkaku terbuncah seperti buih-buih sabun colek, ringan dan sensitif, mengawang-awang nan tembus pandang. 

Sebagai orang yang beriman, harusnya aku yakin soal qada dan qadar. Sehingga aku tidak terlalu menaruh curiga dengan hari-hari yang baik. 

Aku harus perbaiki keyakinanku soal "Tuhan, sebagaimana prangsangka hambanya"



  

Komentar

Postingan Populer